KEKUATAN BALOK BETON AKIBAT PEMUTUSAN PENGECORAN

  • Erwin Susanto
  • Tony Hartono Bagio

Abstract

ABSTRAK
Metode pemutusan pengecoran pada area seperempat bentang sudah sering dilakukan di proyek-proyek, hal ini dikarenakan adanya factor peralatan, material cor, kesiapan lahan cor maupun cuaca yang tidak mendukung. Pengawas akan mengijinkan pemutusan ini dengan syarat permuakaan beton harus kasar agar ketika dilakukan pengecoran selanjutnya hasilnya diharapkan menjadi satu kesatuan, maka untuk mendapatkan permukaan beton yang kasar maka seringkali pelaksanaan dilapangan menggunakan air gula sebagai bahan penghambat pengerasan beton, sehingga ketika disemprot dengan air, permukaan beton menjadi kasar. Kekhawatiran terhadap hasil pemutusan pengecoran tersebut adalah dapat melemahkan kekuatan beton. Metode ini membandingkan kekuatan balok beton yang tidak mengalami pemutusan pengecoran dengan balok beton yang diputus pengecorannya pada seperempat bentang, metode pemutusannya adalah menggunakan kawat ayam dan air gula, kemudian setelah 24 jam dilanjutkan pengecoran berikutnya. Dari hasil perbandingan tesebut diketahui penggunaan air gula dalam proses pengkasaran permukaan beton dapat menurunkan kekuatan balok sebesar 39.62 %, sehingga penggunaan air gula tidak disarankan. metode pemutusan pengecoran dengan menggunakan kawat ayam dengan posisi miring 45º mengalami penurunan kekuatan sebesar 11.32%, sehingga metode pemutusan seperti ini dapat diterima.

Kata kunci: kekuatan balok beton, siar pengecoran, stop cor, air gula, kawat ayam
Published
2016-06-01
How to Cite
SUSANTO, Erwin; BAGIO, Tony Hartono. KEKUATAN BALOK BETON AKIBAT PEMUTUSAN PENGECORAN. NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL, [S.l.], v. 2, n. 1, june 2016. ISSN 2640-3430. Available at: <http://jurnal.narotama.ac.id/index.php/njts/article/view/184>. Date accessed: 26 sep. 2017.