ANALISIS KAPASITAS FONDASI PRACETAK DENGAN BAHAN TAMBAHAN LIMBAH STYROFOAM DAN LIMBAH PLASTIK

  • Muhamad Farid Ilyas Universitas Narotama
  • Sri Wiwoho Mudjanarko Universitas Narotama

Abstract

Di era moderen saat ini pembangunan perumahan di Indonesia mengalami kemajuan yang sangat pesat. Bentuk fondasi yang selama ini kita ketahui berisi penuh sehingga membutuhkan volume pemakaian batu kali yang besar, tidak ekonomis dan tidak ramah lingkungan. Dengan adanya trobosan baru tentang metode fondasi pracetak yang ramah lingkungan serta pemanfaatan limbah. Limbah styrofoam dan limbah plastik adalah limbah yang sulit terurai. Dalam hal ini dapat diselesaikan dengan metode fondasi pracetak berbahan beton dengan bahan tambah limbah styrofoam dan limbah plastik. Fondasi pracetak ini merupakan Fondasi dangkal yang pembuatannya dilakukan diluar proyek secara fabrikasi/precast. Dalam pembuatan benda uji fondasi pracetak ini didesain dengan desain yang telah ditentukan dan menggunakan beton mutu K.200 dengan bahan tambah limbah styrofoam 0,5 Kg (1,5% dari berat semen) dan limbah plastik 1,97 kg (5% dari berat semen). Dari penelitian ini didapatkan nilai kapasitas beban pada benda uji fondasi pracetak bahan tambah limbah styrofoam 1,5% pada usia 14 dan 28 hari sebesar 2,10 Kg/cm2 dan 2,44 Kg/cm2, sedangkan pada benda uji fondasi pracetak bahan tambah limbah plastik 5% pada usia 14 dan 28 hari sebesar 1,70 Kg/cm2 dan 2,04 Kg/cm2. Nilai deviasi pengujian laboratorium dengan analisa teoritis (SAP) kode benda uji (STY) pada usia 14, 28 hari adalah -3.50 kg/cm2 (62.57%), -4.06 kg/cm2 (62.52%). Sedangkan kode benda uji (PLTK) pada usia 14, 28 hari adalah -2.85 kg/cm2 (62.65%), -3.43 kg/cm2 (62.72%).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Koespiadi, K., Kurniwan, F., Arimbawa, G., Mudjanarko, S. W., & Rasidi, N. (2016). Technology Model Precast Foundation For Eco-Friendly Solution. In Proceeding Forum in Research, Science, and Technology (FIRST) 2016. Politeknik Negeri Sriwijaya.Nasional,
Pratiko (2010). Beton Ringan ber-angregat Limbah botol plastik jenis PET (Poly Ethylene Terephthalate). Seminar Nasional Teknik Sipil 2010. Politeknik Negeri Jakarta
Putera (2015) ‘Karakteristik beton ringan dengan bahan pengisi styrofoam’
Rismayasari (2012) ‘Pembuatan beton campuran limbah plastik dan karakterisasinya’
SNI 15-2049-2004 Semen PORTLAND
SNI 03-1974-1990 “Metode pengujian kuat tekan beton”
SNI DT-91-0008-2007 ‘Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton’
SNI 2847:2013 ‘Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung’Soebandono,
B., Pujianto, A., Kurniawan., (2013). Perilaku Kuat Tekan dan Kuat Tarik Beton Campuran Limbah Plastik HDPE. Jurnal Ilmiah Semesta Teknika, Vol. 16, 1, 76-82, Mei 2013
Swan, C. L. G. and Sian, B. (2014) ‘Penelitian Beton Ringan Non-Struktural Dengan Agregat Styrofoam Bekas’
Published
2020-09-30
Abstract viewed = 0 times
PDF (Bahasa Indonesia) downloaded = 0 times