Kemampuan kerjasama, metode proyek,anak usia 4-5 tahun.

  • ira yektiningtyas Universitas narotama surabaya
  • Sugito Muzaqi

Abstrak

Kemampuan kerjasama merupakan aspek sosial penting yang perlu dikembangkan pada anak usia dini, terutama anak usia 4–5 tahun yang masih berada pada tahap egosentris. Kerjasama membantu anak belajar berbagi, berinteraksi positif, dan memahami nilai gotong royong. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan kerjasama anak kelompok A TK Cempaka Putih Semampir Surabaya melalui penerapan metode proyek. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan McTaggart, dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tiga pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 18 anak, terdiri atas 9 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Fokus penelitian mencakup kemampuan interaksi, tanggung jawab, dan saling membantu. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, menggunakan lembar observasi sebagai instrumen utama. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Kriteria keberhasilan ditetapkan apabila persentase kemampuan kerjasama anak mencapai minimal 76%. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan setelah penerapan metode proyek. Pada pra tindakan, kemampuan kerjasama anak berada pada persentase 47%. Setelah siklus I meningkat menjadi 63%, dan pada siklus II mencapai 83%, melampaui indikator yang telah ditentukan. Peningkatan ini dipengaruhi oleh sintaks metode proyek (2013), yaitu penentuan pertanyaan mendasar, penyusunan perencanaan, pelaksanaan, serta presentasi proyek. Struktur kegiatan ini memberi ruang bagi anak untuk berinteraksi, bertanggung jawab, dan saling membantu, sehingga kemampuan kerjasama berkembang secara optimal.

Kata Kunci: Kemampuan kolaborasi, metode proyek, anak usia 4-5 tahun

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2025-12-29