Evaluasi Sistem Drainase untuk Antisipasi Limpasan Debit dengan Prinsip Zero Delta Q Studi Kasus: Perumahan The Savanna Batu

  • Nurul Jannah Asid UNIVERSITAS DR SOETOMO
  • Sekar Ayu Kucaravita Universitas Dr. Soetomo
  • Rizki Astri Apriliani Universitas Dr. Soetomo
  • Yusuf Ridlwan Universitas Dr. Soetomo

Abstrak

Kota Batu sebagai salah satu pusat wisata di Provinsi Jawa Timur mengakibatkan kebutuhan akan pembangunan property yang sangat cepat. Perumahan The Savanna menjadi salah satu yang diminati oleh konsumen saat ini.  Hal penting yang harus diperhatikan dalam pembangunan perumahan adalah sistem pembuangan air limbah dan air hujan karena menyangkut kenyamanan bagi penghuni. Pembangunan perumahan pada lahan yang awalnya merupakan sawah dan resapan akan menimbulkan masalah terkait penambahan limpasan debit air. Sistem drainase yang dibutuhkan adalah  yang tidak menambah debit limpasan air sebelum dan sesudah pembangunan. Zero Delta Q merupakan sebuah sistem yang mengurangi  limpasan air akibat pembangunan dimana selisih antara debit limpasan air sebelum pembangunan dan sesudah pembangunan harus 0 (nol).  Saluran drainase yang ada saat ini menggunakan bius beton dengan diameter 0,6 m bagi saluran primer dan 0,4 m bagi saluran sekunder. Setelah dilakukan analisa dengan data hujan, topografi dan kontur serta penggunaan lahan didapatkan data debit rencana pada tiap saluran. Dimensi saluran yang ada masih bias memenuhi debit rencana limpasan sehingga tidak perlu ada penambahan dimensi saluran. Namun terjadi penmabahan debit limpasan sebesar 2876,386 m3. Semula sebelum pembangunan  2331,3 m3 debit limpasan setelah pembangunan debit limpasan. 5207,731 m3. Untuk memperkecil selisih debit limpasan direncanakan sumur resapan sebanyak 41 buah  dengan dimensi  lebar sumur 1,2 m dan tinggi sumur rencana= 3 m

 

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2024-07-02