PERBANDINGAN RUAS JALAN EKSISTING DAN RENCANA SIMPANG TAK SEBIDANG DI KAWASAN PASAR BLEGA BANGKALAN

  • Adhi Muhtadi

Abstract

Kawasan Pasar Blega Bangkalan merupakan kawasan padat penduduk dan salah satu pusat kegiatan perekonomian di Kabupaten Bangkalan. Pada kondisi puncak, panjang antrian mencapai 7 km di sisi timur dan barat Pasar Blega. Waktu perjalanan dalam kondisi normal hanya berkisar 5 menit saja. Akan tetapi pada kondisi puncak bisa mencapai 4 jam untuk melewati kawasan tersebut. Oleh karena itu, wacana pembangunan simpang tak sebidang mengemuka di kalangan instansi yang berwenang. Apabila dibangun simpang tak sebidang di kawasan tersebut nantinya diharapkan arus lalulintas akan semakin lancar. Menurut hemat kami, BOK (Biaya Operasional Kendaraan) merupakan salah satu faktor yang penting untuk mengkaji rencana pembangunan simpang tak sebidang tersebut. Melalui analisis selama 20 tahun (2017-2037), BOK kendaraan apabila melewati jalan eksisting mencapai Rp. 2.514.365.152.052,-. Sedangkan BOK kendaraan apabila diasumsikan 80% melewati simpang tak sebidang dan 20% melewati ruas jalan eksisting mencapai Rp. 1.434.436.778.702,-. Sehingga selama 20 tahun terdapat pengehematan BOK sebesar Rp. 1.079.928.373.350,-. Kata kunci: simpang tak sebidang, ruas jalan eksisting, BOK, Bangkalan

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2015-06-09
Abstract viewed = 345 times