ANALISIS KEBUTUHAN AIR UNTUK IRIGASI (STUDI KASUS PADA DAERAH IRIGASI MONDOKAN/SLUMBUNG KABUPATEN KEDIRI)

  • YOHANES CAHYO KUSUMO
  • Didik Harijanto
  • Nurul Jannah Asid

Abstract

Kebutuhan air irigasi perlu diketahui karena merupakan salah satu tahap penting yang diperlukan dalam perencanaan dan pengelolaan sistem irigasi. tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan air irigasi untuk mendapatkan prediksi nilai kebutuhan air irigasi maksimum dan minimum pada Daerah Irigasi Mondokan/Slumbung, sehingga ketersediaan air dapat dimanfaatkan secara benar yakni seefisien dan seefektif mungkin agar produktivitas pertanian dapat meningkat. Populasi dalam penelitian ini adalah sawah irigasi teknis seluas 190 ha Dari hasil perhitungan kebutuhan air irigasi maksimum didapat sebesar 1,167 lt/dt/ha untuk kebutuhan air minimum didapat sebesar 0,035 l/dt/ha, dari perhitungan kebutuhan air irigasi tidak sebanding dengan ketersediaan air yang ada. Perhitungan kebutuhan air irigasi untuk pola tanam Padi-Padi-Palawija, ketersediaan air yang ada pada masa tanam II pada bulan Mei s/d Agustus ke 1 dan pada masa tanam III bulan Agustus ke 2 dan bulan Oktober tidak mencukupi hal ini di karenakan kebutuhan air disawah pada bulan Mei ke 1 sebesar 0,176 m3/dt sedangkan air yang tersedia pada intake hanya sebesar 0,131 m3/dt. Alternatif lain agar air yang tersedia bisa mencukupi untuk kebutuhan air di sawah diantaranya, digunakan sistem pembagian air yaitu menggunakan sistem golongan. untuk Daerah Irigasi Mondokan/Slumbung dibagi menjadi 2 golongan. Perhitungan debit rencana diperoleh Q=100% (pembagian air secara terus-menerus) sebesar 306.44 l/dt/ha dan untuk Q=50% (1 golongan dialiri 1 golongan ditutup) sebesar 153,2 l/dt/ha dengan pembagian jam rotasi pada periode I selama 3 hari 16 jam dan untuk periode II 3 hari 8 jam.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2021-08-21
Abstract viewed = 0 times
INDONESIAN PDF downloaded = 0 times